• Kali Cemara

    Kali Cemara, spot wisata Simo Boyolali

  • Pentas Seni

    Tari Cublek - cublek suwung dalam pentas seni HU RI 72 Desa Blagung

  • Lomba Pitulasan Ristansari

    Lomba di Kali Cemara dalam rangka memeriahkan HUT RI 72 di Dukuh Tanjungsari RT 13/03

  • Karnaval Kemerdekaan RI ke-72

    Karang Taruna Ristansari dan warga Dukuh Tanjungsari RT 13 ikut serta dalam Karnaval Budaya dan Pembangunan di Desa Blagung

  • Karang Taruna Ristansari

    Organisasi karang taruna Ristansari beralamat di Jl. Simo - Kacangan Km. 06 Blagung, Simo, Boyolali

27 Maret 2015

ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015

Apa itu ASEAN Free Trade Area (AFTA)
ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau (Masyarkat Ekonomi Asean) MEA  adalah Komunitas ASEAN yang terdiri dari negara Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Laos, Kamboja, Timor Leste, Brunai Daru Salam, Filipina dan Indonesia pada tahun 2015 dimana setiap negara anggota dapat melakukan usaha, sekolah atau kegiatan bisnis di negara anggota ASEAN lainnya.

Sebagai contoh:
Orang-orang Malayasia bisa bekerja di Indonesia. Demikian sebaliknya. Jadi terdapat kebebasan untuk bekerja / sekolah / bisnis keluar negeri. Sehingga nantinya saingan dalam dunia pekerjaan tidak hanya orang Indonesia sendiri, tetapi juga negara lain.
Namun tentu semua ini harus ada syarat dan ketentuan yang dipenuhi : Seperti harus ada sertifikasi dan standarisas dab harus ada batasan-batasan yang wajar sehingga semua menjadi tumbuh bersama.

Kenapa harus ada AFTA
Negara ASEAN pada awalnya adalah bangsa serumpun, Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, mempunyai akar Melayu yang kuat. Kita masih menemukan kesamaan bahasa di empat negara tersebut. Demikian juga dengan Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar yang tergabung satu daratan tentu mempunyai bahasa yang hampir sama di kawasan indochina.

Setelah di jajah oleh bangsa asing seperti Spanyol, Belanda, Inggris, terjadi percamburan budaya dan perbedaan budaya antara negara ASEAN. Namun sisa-sisa kesamanya sosial dan budaya masih bisa terlihat sampai sekarang.
Namun dari perbedaan tersebut negara-negara ASEAN memiliki misi yang memajukan wilayah ASEAN. Maju bersama, tumbuh bersama. Kita tidak ingin hidup sejahtera sendiri, sementara tetangga sebelah hidup menderita. Dengan misi dan visi seperti itulah ASEAN bisa bertahan hingga saat ini, bahkan tahun 2015 nanti akan dicanangkan sebuah komunitas ASEAN dengan visi dan misi yang lebih luas, lebih terbuka dan saling menguntungkan satu sama lain. Simbiosis Mutualisme.

Dimana Ibu kota ASEAN nantinya?
Seperti kita ketahui sekretariat ASEAN ada di Jakarta, jadi secara otomatis juga menjadi ibukota ASEAN. Dengan demikian mau tidak mau, siap tidak siap warga Jakarta harus mempersiapkan diri dengan identitas baru tersebut.

Kesimpulan
Sekarang ini sudah memasuki tahun 2015, secara peraturan memang sudah memasuki MEA, tetapi memang belum terlihat begitu banyak tanda-tandanya. Mari kita tunggu dan mempersiapkan diri dengan datangnya AFTA 2015 dengan melakukan peningkatan kualitas diri untuk bersaing tidak lagi hanya dengan orang sendiri tetapi juga negara ASEAN lain. Selain itu juga di perbolehkan untuk ke negera lain tersebut untuk mengembangkan diri / bisnis diluar negeri.

PR kita adalah? “mau jadi penonton saja atau mau jadi pelaku pada AFTA 2015” ini.
Share:

15 Maret 2015

Kerja Bakti Membersihkan Lingkungan

Screenshot_28
Screenshot_35 
Screenshot_34
Screenshot_33 
Screenshot_32 
Screenshot_31
Screenshot_30
Screenshot_29
  Screenshot_27
Share:

08 Maret 2015

20 Februari 2015

Tata cara Makan dalam Islam

Islam menganjurkan umatnya untuk makan yang halal dan bergizi. Halal berarti tidak ada larangan syar’i untuk menikmatinya, baik karena sifat benda yang dimakan atau cara mendapatkannya. Selain itu, Rasulullah SAW telah mencontohkan kepada umatnya bagaimana Adab Makan dan Minum yang benar :

  1. 1.Tidak berlebihan (isyraf) dalam mengkonsumsi dan tidak memubazirkannya. Berlebihan merupakan budaya yang tidak disukai Allah. Sebagaimana yang disinggung dalam Alquran, yang artinya: “ Dan Janganlah kamu sekalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.“(QS. Al-An’am/6:141)
  2. Memulainya dengan membaca “basmalah” serta doa. Hal ini merupakan manifestasi ibadah dalam bentuk yang paling minimal. Sebab bila tidak menyebut nama Allah, setan niscaya akan turut makan bersamanya, dan dengan demikian hilanglah nilai ibadahnya.
  3. Tidak boleh mencela makanan. Apa pun yang dihidangkan di depan mata kita, makanan merupakan rezeki dari Allah. Dari Abu Hurairah, ia berkata: ”Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan selamanya. Jika beliau suka dimakannya, dan jika tidak suka ditinggalkannya”.(HR Bukhari dan Muslim)
  4. Menggunakan tangan kanan, tidak dengan tangan kiri. Karena, makan dan minum dengan tangan kiri merupakan cermin dari perbuatan setan yang harus dihindari oleh setiap mukmin yang memiliki komitmen kepada Ilahi, hal ini seiring dengan maksud sebuah hadis: “Apabila seseorang dari kamu makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan apabila ia minum, maka minumlah dengan tangan kanan. Karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya’. (HR. Imam Muslim)
  5. Sambil duduk, dan tidak berdiri. Hal ini seiring dengan hadis Nabi: Dari Qatadah, dari Anas dari Rasulullah SAW, bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah melarang orang minum sambil berdiri”. Lalu Qatadah bertanya kepada Anas: Kalau makan bagaimana? Ia pun menjawab: “Hal itu (makan dengan cara berdiri) lebih busuk dan jahat”. (HR. Ahmad, Muslim dan Turmidzi)
  6. Jika makan bersama sama, ambillah dari yang dekat dekat saja, sejauh yang dapat di jangkau oleh tangan. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut: Dari Umar bin Abi Salamah berkata, ketika saya masih kecil di bawah asuhan Rasulullah SAW, aku bisa menjulurkan tanganku ke tempat makanan, maka Rasulullah SAW bersabda: “Wahai ananda, ucapkanlah ‘bismillah’, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang dekat kepadamu”. (HR.Muslim)
  7. Tenang, perlahan dan tidak terburu buru. Jangan bersikap rakus sehingga tampak mulut penuh dengan suapan, dan jangan meniup-niup makanan atau minuman yang menunjukkan sikap tidak sabar. Dari Ibnu Abas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda:“Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan. Ucapkanlah ‘bismillah’ jika kalian minum dan ‘alhamdulillah’ jika kalian selesai minum”. (HR. Turmidzi).
  8. Mengambil secukupnya sehingga dapat di konsumsi habis, jangan tersisa sedikit pun, walau hanya berupa sebutir nasi yang menempel di jari tangan umpamanya, karena hal itu menjadi bentuk pemubaziran yang dilarang. Dari Jabir katanya, Rasulullah SAW menyuruh membersihkan sisa makanan yang di piring maupun yang di jari seraya bersabda: “Sesungguhnya kalian tiada mengetahui di bagian manakah makananmu yang mengandung berkah”.(HR. Muslim)
  9. 1Mengakhiri makan dan minum dengan berdoa sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas rezeki yang telah dikaruniakan, sehingga badan menjadi sehat, dan dapat melakukan ibadah ibadah lainnya yang telah Allah amanah kan.

Demikian beberapa panduan , tata caradan budaya makan dan minum yang dicontohkan dan diajarkan oleh nabi Muhammad SAW. Totalitas ketaatan dan kepatuhan terhadap ajaran yang disandarkan pada prinsip wahyu akan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan di dunia dan keindahan diakhirat kelak..

Published by :www.ristansari.blogspot.com

Share:

15 Februari 2015

Adab Buang Air Kecil dalam Islam

Kencing atau bahasa halusnya buang air seni ini sudah bukan suatu hal yang asing lagi bagi umat manusia. Setiap manusia melakukan aktivitas ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). Dalam melakukan aktivitas inipun kita dituntut melakukannya dengan benar dan sesuai aturan.

Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah kencing sambil berdiri semenjak diturunkan kepadanya Al-Quran.

Secara agama, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka akan mendirikan shalat, ketika akan ruku' atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya, itulah sisa air kencing yang tidak habis terpencar ketika kencing sambil berdiri, apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakannya tidak sah karena air kencing adalah najis dan salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadats kecil maupun hadats besar.

Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu pada semua penderita penyakit tersebut dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria.

Share:

12 Februari 2015

Teks Tambahan MC

Assalamualaikum wr, wb.

Sebelum acara dimulai, saya perlu menyampaikan beberapa hal PENTING yaitu:

Saat ada yang berbicara misal Mc, moderator, do'a, dan lain -lain diharapkan agar para hadirin untuk memperhatikan point-point berikut ini:

1. Wajib mendengarkan.
2. Diam dan tidak boleh berbicara sendiri.
3. Tidak boleh ikut berbicara. 
4. Hanya boleh berbicara saat dipersilahkan
5. Setiap berbicara harus menggunakan bahasa indonesia atau bahasa jawa kromo.

Demikian, harap diperhatikan

Assalamualaikum wr. Wb.

Terkirim dari tablet Samsung
Share:

Apa kata mereka?

Rosidi: Pemuda, Baktimu Kini

"Tidak hanya sebuah gagasan, tetapi bukti" itu lah karang taruna Ristansari. Saya menjadi saksi dimana selama dua tahun ini pem...