• Kali Cemara

    Kali Cemara, spot wisata Simo Boyolali

  • Pentas Seni

    Tari Cublek - cublek suwung dalam pentas seni HU RI 72 Desa Blagung

  • Lomba Pitulasan Ristansari

    Lomba di Kali Cemara dalam rangka memeriahkan HUT RI 72 di Dukuh Tanjungsari RT 13/03

  • Karnaval Kemerdekaan RI ke-72

    Karang Taruna Ristansari dan warga Dukuh Tanjungsari RT 13 ikut serta dalam Karnaval Budaya dan Pembangunan di Desa Blagung

  • Karang Taruna Ristansari

    Organisasi karang taruna Ristansari beralamat di Jl. Simo - Kacangan Km. 06 Blagung, Simo, Boyolali

10 Juni 2016

Teks Laporan Ketua Panitia Acara 17an



Assalamualaikum Wr. Wb


Pantun


Jalan - jalan ke kabupaten Boyolali
Tak lupa mampir membeli susu

Mari kobarkan semangat NKRI
Demi Indonesia yang maju


Muqodimah

Alhamdulilah ...
  • Yang saya hormati Ketua RT 13 Bapak Rosidi
  • Yang saya hormati Bapak dan Ibu kami
  • Yang saya hormati para tamu undangan
  • Yang saya sangat saya banggakan generasi muda tanjung sari RT 13
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas nikmat sempat, nikmat sehat, dan atas karunianya dan rahmatNya kita memiliki Bangsa Indonesia.

Tidak lupa sholawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun khasanah yang telah memerdekakan bangsanya seperti halya para pahlawan kita memerdekakan bangsa ini.

Pada malam hari tanggal 20 Agustus 2016 saya selaku ketua panitia acara malam 17an akan menyampaikan sejumlah laporan mewakili generasi muda Tanjungsari RT 13 dan Karang Taruna Ristansari.

Kegiatan pada Malam 17an ini bertemakan "Gebyar Kemerdekaan Indoneisa". Sesuai dengan namanya malam ini akan bertabur gebyar kemeriahan dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke 71.

Acara pada malam hari ini tidak serta merta hadir seperti ini, acara ini diadakan berdasarkan perhitungan yang matang dari karang taruna Ristansari yang dikukuhkan dalam Panitia 17 Agustus 2016. Sederet persiapan telah kami laksanakan jauh - jauh hari yaitu sejak bulan April 2016. Sehingga pada malam hari tersusun acara sebagai berikut:
  1. Acara pembukaan dan sambutan
  2. Pembagian hadiah
  3. Acara inti yaitu Napak Tilas Kemerdakaan
  4. Panyangan slide show, dan
  5. Acara Hiburan
Tidak hanya itu saja sebelum acara malam ini berlangsung kami juga telah mengadakan acara kemeriayahan yaitu lomba 17 an yang telah dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2016.

Dibalik serangkaian yang luar biasa ini, terdapat hasil kerja keras generasi muda Tanjungsari yang telah berjuang mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiranya yang difilosfikan "hadiah terbesar yang dapat manusia berikan adalah waktu, karena barang siapa mendedikasikan waktunya sama halnya dia memberikan sebagian hidupnya". Dedikasi waktu kalian untuk bangsa ini bukan tanpa tujuan, melalui acara yang daidakan setiap tahun ini merupakan refleksi dan apresiasi anak muda bangsa terhadap bangsa. Kalau zaman dulu pahlawan kita berperang melawan penjajah, sekarang ini kita membina kemerdekaan dengan memperingatinya dan mengisi kemerdakaan.

Perlu saya sampaikan pula,
Selama satu tahun terakhir ini Karang Taruna Ristansari sebagai wadah kepemudaan telah mencapai banyak prestasi yang ternilai harganya. Kegitan demi kegiatan karena "hidupnya suatau lembaga dapat dilihat dari karyanya". Maka kami kita bisa menghidupkan negeri ini dengan kegiatan di Ristansari dan kepemudaan.
  1. Rapat atau kumpulin rutin dan silaturohmi
  2. Edukasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
  3. Pembinaan dan latihan membawakan rapat
  4. Membersihkan mushola
  5. Kerja bakti dan gotong royong kegiatan
  6. Bekerjasam dengan pihak lain seperti BP3K dan Dinas Pertanian Simo, Universitas Sebelas Maret, dan Stikes PKU Muhammadiah Surakarta
  7. Berdirinya Taruna Tani Giat Makmur
  8. Penanaman cabe dan tanaman holtikultura
  9. Dan tentu saja acara tahunan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia seperti malam ini.
Bagi saya filosofi "lebih baik menjadi singa satu hari dari pada menjadi kambing seumur hidup" bukan lah sebuah himbauan, tetapi sebuah prinsip. Jika malam hari ini kita bisa mengadakan acara semegah ini berarti tahun depan akan lebih baik lagi. Refleksi ini dapat kita lihat acara 17 tahun lalu yang kita realisasikan tahun ini dan tentunya tahun depan. SETUJU!! Luar biasanya lagi, acara ini menjadi acara paling membanggakan sepanjang sejarah kepemudaan di Tanjungsari RT 13.

Tidak lupa lupa saya ucapkan terimaksih sebesar - besarnya kepada Panitia dan Karang Taruna Ristansari yang telah mempersembahkan acara ini. Terimakasih juga kepada para tamu undangan, bapak - bapak, Ibu-ibu, adik - adik sekalian dan Bapak Anis Kurli kesedianya menjadi lokasi lomba.

Acara malam ini juga disponsori oleh
  1. Mebel Sri Rejeki
  2. Toko Bagunan Anin Jaya
  3. Moro Carwash
  4. Taruna Tani Giat Makmur dan
  5. Para donatur yang tidak bisa sebutkan satu persatu.
Akhir kata "Tidak ada manusia yang sempurna, sayalah bukti nyatanya"

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi

Wassalaamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Share:

06 Juni 2016

Kerja Bakti Pemasangan Spanduk dan Speaker Mushola Merdeka

Ristansari- Membina silaturohmi merupakan salah satu tujuan diadakanya rapat bulanan atau kumpulan karang Taruna. Dengan berkumpulnya generasi muda dalam kegiatan kepemudaan seperti karang taruna menjadi anak - anak muda saling mengenal, lebih akrab, bertukar pikiran, dan mendapatkan ilmu serta mengembangkan desa. Karang Taruna Ristansari di Dukuh Tanjungsari RT 13/03 mengadakan silaturohmi setiap malam minggu sebagai agenda utama kegiatan. Melalui rapat tersebut di susun beberapa agenda terkait kegaitan 17an, pengadaan seragam, kerja bakti dan lain - lain.

Kegaitan Pemasangan Spanduk

Menindaklanjuti kegiatan KKN Perkesmas yang diadakan oleh STIKES PKU Muh Surakarta yang selesaia sekitar 2 minggu lalu yang diadakan di laksanakan di RW 03 termasuk di RT 13 Tanjungsari, kami Karang Taruna Ristansari melakukan pemasangan dua spanduk yang diberikan oleh Tim KKN pada hari minggu, tanggal 5 Juni 2016. Jumlah spanduk yang dipasang ada dua yaitu 1) Spanduk dipasang di pertigaan Tugu Ngeplang yang berisi anjuran untuk menerapkan 3M dalam mencegah demam berdarah.2) Spanduk anjuran dilarang merkok dengan yang dipasang di bagian paling barat dukuh Tanjungsari RT 13/03. Diharapkan dengan pemasangan dua spanduk ini resiko demam terjangkitnya demam berdarah dapat di cegah dan mengurangi jumlah perkok.

Pemasangan Speaker Mushola Merdeka

Selain melakukan pemasangan spanduk, teman - teman Ristansari juga melakukan pemasangan ampli dan horn di Mushola Merdeka yang berlokasi di bagian tengah dukuh Tanjungsari RT 13. Pemasangan speaker ini untuk mempersiapkan bulan ramadhan agar nantinya speker dapat digunakan untuk adzan dan tadarusan serta kegiatan lainya. 

Kegiatan pemasangan spanduk dari TIM KKN Perkesmas PKU Muh Surakarta dan pemasangan spekaer di Mushola Merdeka ini sebagai bentuk kerjasama generasi muda dengan pihak lain yaitu TIM KKN dan pengabdian kepada masyarkat yang direalisasikan dalam bentuk kerja bakti karang taruna.













Share:

21 Mei 2016

Perpisahan dengan KKN STIKES PKU Muh Surakarta

Ristansari – Setelah 3 minggu mengadakan KKN Perkesmas di wilayah kerja RW III, Desa Blagung, Tim KKN dari STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan malam perpisahan dengan masyarkat desa. Pada agenda ini dihadiri oleh 16 Tim KKN, 1 orang dosen pendamping, perangkat desa, tokoh desa, perwakilan PPK, perwakilan karang taruna, dan masyarkat dari RT 12, 13, 14, dan 15. Acara yang berlangsung dari jam 8 hingga 10 malam ini berjalan secara ceremonial yang bawakan oleh pihak KKN meliputi penyampaian hasil proker, agenda, perpisahan, dan piagam.


Acara Perpisahan KKN

Acara perpisahan dengan Tim KKN dilaksankan di Posko tiga tepat di dk. Tanjungsari RT 13/ 03. Acara ini dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan acara inti yaitu penyampaian hasil program kerja, dan perpisahan. Beberapa hasil program kerja yang disampaikan yaitu 1) penyuluhan bahasa merokok ke generasi muda, 2) pemeriksaan gula darah, 3) pembentukan dan kaderisasi Posyandu di dk Tanjungsari, 4) Kaderisasi program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ke karang taruna dan pelaksanaanya. Setelah penyampaian program dilanjutkan dengan evaluasi, tanya jawab, dan klarifikasi terhadap proker sebagai upaya untuk refleksi yang selanjutnya menjadi tindak lanjut di wilayah kerja RW III.

Penyerahan piagam dan spanduk

Selesai acara laporan hasil proker dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan yang diberikan oleh Dosen pendamping kepada karang taruna karena telah melaksanakan dan menjadi kader PSN. Selain itu setiap RT di RW III juga mendapatkan 2 buah banner tentang bahaya merokok. Melalui piagam dan spanduk ini nantinya diharapkan dapat menjadi pelopor akan hidup sehat tanpa rokok dan mencegah serangan nyamuk di desa.

Ceremonial acara perpisahan

Acara perpisahan disampaikan oleh perwakilan dari tim KKN kepada seluruh warga dengan harapan bahwa nanti program yang telah dicanangkan dalam KKN Perkesmas ini bisa berkelanjutan dan memberian manfaat bagi seluruh warga desa. Selanjutnya acara perpisahan juga disampaikan oleh perwakilan RW III yaitu Bapak Bayan mengucapkan banyak terimkasih atas ilmu dan proker yang telah dilaksankan dan permintan maaf kepada pihak KKN. Kesan dan pesan perpisahan juga disampaikan oleh perwakilan karang taruna di RW III bahwa baru KKN dari STIKES Muh Surakarta ini yang menyentuh generasi muda, bersedia memberikan penyuluhan, bahkan ikut serta dalam program kerja karang taruna seperti membersihkan mushola, serta terimkasih atas kaderisasi PSN ke Karang taruna. 

Kegiatan KKN dari STIKES PKU Muh Surkarta sangat berkesan bagi kami, karena tidak hanya generasi muda, tetapi semua pihak baik anak- anak, orang tua, dan PKK pun mendapatkan manfaat serta berbagai pembantukan kaderisasi yang menjadi masukan baru untuk desa kami. Kami dari pihak karang taruan mengucapkan terimaksih dan minta maaf jika salah kata. Selamat jalan, selamat belajar kembali, segera lulus, dan selamat mengabdi ke masyarkat.


Akhir kata “tidak ada manusia yang sempurna, kami lah bukti nyatanya”. Sukses untuk Tim KKN wilayah kerja Tanjungsari RW III khususnya dan semua TIM KKN di desa Blagung umumnya.

Share:

08 Mei 2016

Membersihkan Mushola Merdeka Bersama KKN STIKES Muh Surakarta

Salah satu agenda bulanan karang taruna Ristansari adalah kerja bakti membersikan mushola. Di dk. Tanjungsari RT 13 memiliki tiga mushola, sedangkan pada bulan Mei 2016 ini mushola yang diberiskan adalah Mushola Merdeka yang berlokasi di bagian tengah dari dk Tanjungsari RT 13. Pada agenda hari minggu pagi yang dimulai pukul 06.30 dihadiri oleh anggota karang taruna Ristansari dan tim KKN PKU Muhammadiyah Surakarta.

Kegiatan membersihkan mushola

Kerjabakti dilakukan secara bergotong royong antara pihak karang taruan dengan tim KKN. Dimulai dengan dengan menyapu ruangan dan mengambil tikar. Dilanjutkan dengan pengepelan mushola baik bagain dalam dan luar ruangan. Sebagian mencuci dan menjemur tikar. Setelah semua ruangan dan peralatan dibersihakan kegiatan ini ditutup dengan sedikit penutupan dan ucapan terimakasih dari karang taruna Ristansari kepada Tim KKN STIKES Muh Surakarta
Kegiatan yang berlangsung kurang lebih satu jam ini juga ditutup dengan foto bersama antara pihak Ristansari dan Tim KKN yang bertugas di Tanjungsari RT 13. Foto ini akan di jadikan dokumentasi Ristansari dan garis sejarah bahwa KKN dari STIKES PKU Muhammadiyah mengabdikan diri dan ikut berparitsipasi pada kegiatan kepemudaan di dk Tanjungsari RT 13. Foto - foto ini juga akan di publikasikan di blog Ristansari dan akan ditampilkan pada slide show acara malam perayaan 17 Agustus 2016.

Kami, karang taruna Ristansari sangat berterimakasih atas teman - teman KKN karena telah menyempatan hadir dan berparisipasi pada kegaitan kami yaitu memberiskan mushola. Dengan kegiata seperti ini diharapkan dapat memupuk keakraban antara Ristansari dan Tim KKN STIKES Muh Surakarta. Kami sangat berharap ada KKN lagi pada tahun berikutnya.


Share:

Penyuluhan Bahaya Rokok dari KKN STIKES PKU Muh Surakarta

Karang Taruna Ristansari kedatangan tamu dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. Diwakili oleh 6 orang anggota KKN yang menyampaikan penyuluhan tentang Bahaya Roko bagi Remaja. Penyampaian meteri ini disampaikan pada salah satu acara inti yang telah disusun oleh karang taruna yaitu pada sesi Edukasi.

Agenda Kegaitan

Kegaitan malam hari dibuka oleh MC yang sudah dipilih berdasarkan arisan MC pada pertemuan bulan lalu, lalu dilanjutkan dengan sambutan- sambutan, inti acara, iuran angggota, pembacaan daftar presensi, istirahat dan lain -lain, dan ditutup dengan do'a bersama. Pada acara sambutan disampaikan oleh Wakli Karang taruna dengan penyampaian gambaran singkat tentang karang taruna Ristansari sebagai gambaran untuk teman - teman KKN seperti sudah adanya SK, ADAART, jenis kegiatan karang taruna, memiliki blog, administrasi yang cukup lengkap, dan lain - lain. Setelah itu dilanjutkan dengan acara inti yang dibawakan oleh moderator.

Penyuluhan Rokok bagi generasi muda

Memasuki acara edukasi yang merupakan salah satu acara inti pihak pemateri dari KKN STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta menyampaikan tentang bahaya rokok bagi tubuh meliputi pengertian rokok, kandungan rokok, bahaya rokok, dan upaya pencegahan rokok. Materi yang disampaikan kepada 39 anggota karang taruna ristansari malam itu bersifat dua arah, sehingga ada interaksi baik dari pihak penyuluh dan anggota karang taruna. Materi ini diberikan sebagai upaya pemahaman bahwa merokok dapat meyebabkan berbagai penyakit, bahkan kanker teruma sekarang ini generasi  muda pun sudah banyak yang merokok. 

Setelah penyampaian materi dilanjutkan tanya jawab dan sharing mengenai rokok dan solusi bagi pencandu rokok. Pihak KKN memberikan berbagai saran untuk berhenti merkok atau mengurangi rokok mulai dari diri sendiri, menahan diri, pencegahan dengan latihan pernafasan. Tidak hanya itu saja, disampaikan juga bahwa perkok pasif yaitu orang yang tidak pernah merokok tapi menghirup asap rokok justru lebih rentan terhadap penyakit dari pada perokok aktif.

Demikian ulasan tentang kegiatan penyuluhan dari tim KKN STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta di Dk. Tanjungsari RT 13/03, Blagung, Simo, Boyolali yang bersamaan dengan kegiatan kumpulan rutin karang taruna Ristansari. Kami dari karang taruna Ristansari sangat berterimakash dan senang atas ilmu yang diberikan, tidak hanya itu saja dampak psikologi dengan hadirnya mahasiswa di dukuh kami juga memberikan inspirasi dan gambaran sosok mahasiwa khusunya jurusan kesehatan serta dikenalnya STIKES PKU Muhammadiyah di Tanjungsari khususnya dan Blagung pada umumnya. 

Share:

05 Mei 2016

Sejarah Peringatan Hari Kartini

Hari Kartini merupakan salah satu hari libur nasional. Hari karitni jatuh pada tanggal 21 April. Pada hari kartini biasanya diperingati dengan berbagai kegiatan yang syarat akan kegiatan kewanitaan. Salah satu kegiatan yang paling terlihat adalah pawai menggenakan baju adat yang dipakai oleh anak - anak sekolah, kantor, instansi, bahkan tempat wisata. Akan tetapi sebenernya tahu kah kita mengapa kita merayakan hari kartini. Ya betul, kartini merupakan tokoh pahlawan emansipasi wanita (kesetaraan kedudukan wanita terhadap lelaki) yang dituangkan dalam bukunya "habis gelap terbitlah terang".

Sejarah  R.A. Kartini

Kartini atau Raden Ajeng disingkat R.A, adalah seorang anak bangsawan Jawa dari  pasangan R.M Sosroningrat dan M.A Ngasirah. Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879. Tanggal kelahiran ini yang kemudian ditetapkan sebagai hari peringatan Kartini. Hidup di tengah keluarga bangsawan membuat Kartini mendapat pendidikan yang baik, sehingga dia memiliki pemikiran modern.

Ia suka membaca dari kegiatan membaca tersebut Kartini merasa kagum dengan peran wanita di negeri-negeri Eropa. Mereka memiliki kebebasan untuk memperoleh hak-hak sebagai manusia, seperti belajar dan lain sebagainya. Sementara itu, di sekitarnya, perempuan-perempuan di tanah Jawa khususnya masih tertindas tak berdaya. Mereka terkungkung karena adat, mereka dipaksa menikah dengan lelaki yang tak dikenal, mereka tak mendapat pendidikan, mereka jauh dari peradaban maju.

Perjuangan Kartini

Sebagai orang yang mengerti nasib perempuan yang direndahkan yang terjadi di negerinya, Kartini sangat tergugah memberi pencerahan, berjuang ingin menjadikan kaum perempuan lebih terdidik. Akhirnya, Kartini dalam memperjuangkan kaum wanita itu mendirikan sebuah sekolah wanita pada tahun 1912 di Semarang. Sekolah ini kemudian menyebar di berbagai daerah lainnya seperti di Surabaya, Malang, Madiun, Yogyakarta, dan beberapa kota lainnya.

Tidak hanya itu saja sebagai upayanya untuk melakukan emansipasi wanita ia juga membuat buku berjudul "habis gelap terbitlah terang". Melalui buku ini Kartini menyerukan kepada seluruh kaum wanita terus bersinar seperti apa yang Ia lakukan.

Kartini telah menjadi tokoh inspirasi tidak hanya bagi wanita tetapi juga kaum lelaki, ditengah adat yang begitu tidak mendukungpun ia pun mampu menjadi pelopor pendidikan dan kemajuan perempuan. Bagaimana dengan kita sekarang? sudahkah kita menjadi sosok kartini itu?

Share:

04 April 2016

Kegiatan Membersihkan Mushola Baiturrohim

Pada bulan April 2015 ini seperti biasa setiap hari minggu setelah malam minggunya diadakan rapat bulanan 1 bulan sekali karang taruna Ristansari mengadakan acara kegiatan bakti mushola yaitu memberishkan muhsola. Kegiatan ini sudah diagendakan pada sebagai salah satu proker pada tahun periode 2015 - 2016. 

Kegiatan memberishkan mushola

Memberishkan mushoal dimulai jam 06.30 dimulai dengan menyapu bagian dalam muhsola baik lagit- langit, dinding, meja, dan kaca. Selanjutnya membersihkan bagian luar dan pelataran mushola dengan menyapu sekiling mushola dan kaca bagian luar. Setelah itu baru di pel lantai mushola. Tidak hanya itu saja tempat wudhu juga diberiskan dengan menguras bak air dan tempat pengambilan wudhu.

Kegiatan memberishkan mushola ini merupakan salah satu kegiatan rutin karang taruna Ristansari, karena di Dukuh Tanjungsari RT 13/ 03 memiliki 3 mushola maka pembersihkan dilakukan secara bergilir sebulan sekali.

Pengabdian ini merupakan upaya karang taruna dalam mengabdikan diri kepada masyarkat dan salah satu kegiatan keagamaan dilingkungan RT 13. Semoga memberikan manfaat untuk semuanya. 




Share:

Apa kata mereka?

Rosidi: Pemuda, Baktimu Kini

"Tidak hanya sebuah gagasan, tetapi bukti" itu lah karang taruna Ristansari. Saya menjadi saksi dimana selama dua tahun ini pem...